Jogja pancen Istimewa

Jogja pancen Istimewa

05 September, 2018
Caleg DPRD Kota Jogja Dapil V Umbulharjo dan Kotagede

Jogja pancen Istimewa

Berdasarkan Amanat 5 September 1945 ini, maka Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII menerima penetapan dari Presiden Sukarno sebagai kepala daerah dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana segala kekuasaan atas DIY dipegang langsung oleh pemerintahan dwitunggal ini.

Oleh karena fakta sejarah inilah, pemerintahan Yogyakarta tidak dapat diganggugugat, pemerintahan dipegang penuh oleh Sri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam.

Daerah Istimewa Yogyakarta bukanlah daerah yang tidak mengikuti sistem pemerintahan demokrasi yang diterapkan di Indonesia, melainkan sebuah daerah yang memiliki keistimewaan yang ditetapkan sendiri oleh pemerintah Indonesia untuk beroperasi dalam bentuk pemerintahan yang dipegang langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam.

Mengapa demikian? Kembali kepada apa arti keistimewaan Yogyakarta, karena Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kapasitas untuk berdiri sendiri, yaitu dengan memenuhi 3 syarat dasar untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat, dengan memiliki wilayah, rakyat yang mengakui dan mendukung atas sistem pemerintahan yang telah ada.
Jika ada campur tangan dalam pemerintahan tersebut, justru akan menimbulkan kekacauan, seperti yang telah dipertimbangkan oleh Belanda pada masa penjajahannya.



Ikuti Sosial media Kami